Bagaimana Agar Sukses dalam Ujian?
Ujian merupakan fitrah dalam setiap kehidupan manusia. Besar kecilnya ujian tersebut, tergantung ketakwaan dan keimanan kita kepada yang maha kuasa. Dalam konteks artikel kali ini adalah, ujian di sekolah.
Beberapa orang mempunyai strategi masing-masing dalam menghadapi ujian. Beberapa stategi berhasil, yang lainnya tidak. Tetapi, yang paling penting, strategi berhasil karena kemauan dalam diri kita untuk sukses. Beberapa orang mempunyai strategi masing-masing dalam menghadapi ujian. Beberapa stategi berhasil, yang lainnya tidak. Tetapi, yang paling penting, strategi berhasil karena kemauan dalam diri kita untuk sukses. Beberapa strategi juga berhasil karena pengalaman dan kecakapan kita dalam melihat peluang. Kali ini saya akan membagikan strategi saya dalam menghadapi ujian. Beberapa strategi yang saya terapkan berasal dari pengalaman, dan ada juga dari saran orang lain. Di antaranya:
1. Yakin akan Kemampuan Diri
Ini merupakan strategi awal agar sukses. Keyakinan kuat dalam diri kita bahwa kita dapat menyukseskan ujian ini. Jika kita tidak yakin akan kemampuan diri sendiri, mustahil kita akan mendapatkan hasil yang terbaik dalam ujian. Perilaku mencontek sangat tidak dapat dibenarkan. Mencontek berarti kita tidak yakin akan kemampuan diri sendiri.
2. Jangan Stress
Stress akan ujian dapat menghambat hasil kerja kita, lho. Ubah mindset kita bahwa ujian merupakan sebuah momok. Terapkanlah mindset bahwa ujian merupakan gerbang menuju kesuksesan. Banyak cara agar kita tidak stress sebelum ujian. Beberapa orang ada yang bermain games, berpiknik, berolahraga, dan lain-lain.
3. Jika Ujian Menggunakan LJK, Siapkan Pensil yang Banyak
Ketika ujian, pasti diberi waktu yang telah ditentukan, bukan? Biasanya satu sesi ujian berlangsung sekitar 90-120 menit. Waktu ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Jangan sampai ada kegiatan sia-sia yang menghabiskan banyak waktu. Salah satu kegiatan sia-sia itu adalah menyerut pensil. Menyerut pensil sangat menyita waktu. Oleh karena itu, siapkanlah pensil yang banyak, sekitar tiga sampai empat pensil. Raut kedua sisi pensil itu agar dapat mengoptimalkan waktu. Memang tampilan pensil menjadi kurang bagus jika kedua sisi itu diraut, tetapi akan terasa manfaatnya saat ujian. Pensil yang ideal hanya dapat membulatkan sekitar 12 bulatan, setelah itu, pensil akan tumpul dan hasil bulatan akan menjadi kurang rapi. Bulatan yang tidak sempurna akan menyebabkan jawaban tidak terbaca oleh komputer. Jika jawaban tidak terbaca, maka jawaban akan menjadi salah.
4. Belajar dari Jauh-Jauh Hari
Ilmu itu harus difahami, bukan dihafal. Jika ilmu itu difahami, maka bentuk soal model apapun, kita akan bisa menjawabnya. Belajarlah dari jauh-jauh hari agar ilmu itu dapat kita fahami. Hindari belajar dengan menggunakan Sistem Kebut Semalam (SKS), karena jika kita belajar sampai larut malam, kita akan kekurangan waktu tidur kita. Akibatnya saat ujian kita mengantuk dan tidak fokus.
5. Sediakan Air Minum saat Ujian
Saat ujian, otak kita dipaksa berpikir keras. Saat otak bekerja ekstra, pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang. Pasokan oksigen yang kurang menyebabkan kita merasa pusing dan lelah berfikir, dan mengantuk. Sediakan air minum di dekat meja ujian, agar kita tetap fresh dan fokus.
6. Rileks Sebelum Ujian
Biasanya, sehari atau dua hari sebelum ujian, saya tidak belajar. Saya ingin agar tubuh saya tidak stress. Di hari-hari itu saya mengerjakan hal-hal yang saya sukai. Menonton tv, bermain games, dan bersepeda. Saya tidak belajar saat dua hari menjelang ujian karena saya sudah belajar dari jauh-jauh hari.
7. Minta Dukungan dan Doa
Dukungan dan doa dapat menjadi pemacu agar kita lebih semangat dalam menghadapi ujian. Dukungan teman, orang tua, dan orang-orang disekitar kita sangat bermanfaat bagi kita. Jangan lupakan Tuhan yang maha esa. Berdoalah. Minta agar kita dimudahkan dalam mengerjakan ujian, dan diberikan hasil yang terbaik
Itulah beberapa strategi yang saya terapkan agar sukses dalam ujian. Semoga bermanfaat!